FPI Hanya Seujung Kuku PDIP, Wajar Rizieq Ketakutan

Screen-Shot-2017-01-18-at-12.59.23-PM

 

Saat menulis ini saya sedang tertawa terbahak-bahak. Luar biasa cara Allah mempermalukan orang-orang yang begitu arogan dan sombong. Rizieq, sebelumnya mengaku akan melaporkan Ketum PDIP Megawati ke polisi karena dianggap telah menista agama dalam pidatonya di acara HUT PDIP beberapa waktu lalu.

Berikut ini kalimat yang dipermasalahkan Rizieq:

“Tidak hanya itu, mereka benar-benar anti kebhinekaan. Itulah yang muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini. Di sisi lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan dirinya sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya,” kata Mega.

“Ini ada bukti pidato Megawati. Kami siapkan. Ini yang bilang rukun iman percaya pada hari akhir hanya ramalan. Kalau Megawati tidak diproses, berarti tidak ada keadilan. Ada bukti, ada laporan, wajib diproses tidak? Wajib!” kata Rizieq di Mabes Polri.

Setelah Mega menyampaikan pidatonya, Rizieq langsung berkomentar dengan angkuh seperti biasanya. “Kami minta ibu Megawati diperiksa. Ini negara bukan milik Megawati, ini negara bukan milik seorang. Ini soal hukum, harus diproses,” kata Rizieq.

Tudingan terhadap Megawati sempat diungkapkan oleh Rizieq saat bertemu Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

“Maka itu kami sesalkan, mendengarkan ceramah salah satu pimpinan partai politik kemarin yang meyinggung ideologi tertutup yang kemudian mencoba menghadapkan agama Islam dengan Pancasila. Ini sangat kami sesalkan,” kata Rizieq.

Namun keangkuhan dan kesombongan Rizieq kini mendadak sirna. Sekarang Rizieq malah merengek meminta dimediasi. “Karena saya sudah nonton secara utuh video Megawati 10 kali, saya menyimpulkan penistaan agama dan suku bangsa. Supaya polisi bisa memediasi, kami menahan diri untuk melapor,” ujar Rizieq.

“Saya tidak mau diadu domba, saya ingin semuanya diselesaikan dengan dialog. Yuk, kita sama-sama dialog pertahankan NKRI,” tambah Rizieq.

Bagi saya, kejadian ini sangat menarik untuk dianalisa. Mengapa Rizieq yang begitu arogan dan sombongnya, makhluk paling sempurna di Indonesia, bisa batal melaksanakan niatnya.

Sebenarnya orang seperti Rizieq ini hanya cari panggung. Saat ada kasus Ahok yang dituduh menistakan agama, dia langsung menjadi panglima memimpin massa. Dengan dukungan dana dari kelompok si anu, akhirnya terkumpul lah 411 dan 212.

Merasa memiliki massa dan backup hukum, Rizieq bisa begitu bebas menyerukan bunuh si Ahok atau lengserkan Jokowi. Sebab logikanya kalau kelompok anu mau mendanai, maka seharusnya kalau ada masalah hukum bisa juga dibantu, selama itu semua sejalan dengan tujuan si anu untuk mengganggu kerja Presiden Jokowi.

Setelah acara 411 dan 212 selesai, saksi dari FPI untuk kasus penistaan agama yang dituduhkan ke Ahok ternyata malah melahirkan tawa geli karena kebodohan-kebodohannya, Rizieq tetap bermanuver mencari kasus-kasus baru yang bisa kembali mengangkat dirinya. Tak tanggung-tanggung, Menteri Keuangan Sri Mulyani mau dilaporkan ke Polisi karena logo BI yang dinilai palu arit oleh Rizieq. Namun Sri Mulyani tak bergeming, biasa saja menanggapi tingkah Rizieq dan FPI.

Kemudian yang terbaru adalah pidato Megawati. Rizieq kemudian bereaksi mau melaporkan Megawati ke polisi karena dianggap menistakan agama. Secara logika, ketua umum PDIP ini memang cukup layak dijadikan lawan. Sebab nantinya akan memancing keributan dan dibicarakan secara nasional, sama seperti kasus Ahok. Sehingga wajar Rizieq begitu bersamangat ingin melaporkan Mega.

Namun Rizieq tidak memperhitungkan bahwa yang sedang dia pancing adalah ikan paus yang ukurannya jauh lebih besar dari perahu kecil FPI yang dipimpinnya. PDIP bukan partai ingusan yang mendadak tenar karena banyak iklan. PDIP adalah satu-satunya partai di Indonesia yang punya ideologi kuat terhadap NKRI dan Pancasila.

Sehingga saat media memberitakan Rizieq ingin melaporkan Megawati, beberapa jam setelahnya saya mendapat broadcast rilis dari Hasto PDIP. Jawaban yang sangat kuat di point pertama adalah “Sekiranya Bapak Rizieq Shihab memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq. Lebih-lebih, Pak Rizieq selama ini telah mengobarkan rasa kebencian dan memecah belah bangsa. Seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat Ibu Ketua Umum dan Partai.”

Point kedua: bagi kami komitmen terhadap pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. Demikian halnya, bagi yang akan merongrong kewibawaaan Bapak Presiden Jokowi dan Pak Wapres JK, PDIP akan membela pemerintahan yang sah dan konsitusional tersebut dari berbagai bentuk ancaman, termasuk tindakan makar.

Point ketiga: PDIP percaya bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi silent majority untuk bangkit dan menggalang kekuatan. Jangan biarkan negeri yang damai ini diinjak injak oleh mereka yang bermaksud memecah belah bangsa. Kita kobarkan semangat Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang.

 

Screen-Shot-2017-01-18-at-1.06.48-PM

 

Dalam rilisnya Hasto juga dengan tegas tidak mau menyebut Rizieq sebagai Habib. Sepanjang ingatan saya membaca rilis resmi, ini merupakan rilis yang paling tegas dan berani. Coba baca ulang, siapa yang tidak merinding membaca pernyataan “seluruh jajaran PDI Perjuangan satu komando untuk membela kehormatan dan martabat Ibu Ketua Umum dan Partai.” dah FPI mah apa atuh? 7 juta massa hanya hitungan berdasarkan teori bumi datar.

Patut diingat, PDIP merupakan partai yang paling irit bicara dan menanggapi. Soal loyalitas dan kekuatan massa, satu Indonesia tau tidak ada yang mampu menyamainya. Sementara FPI tanpa dukungan dana dan support oknum politisi, mereka tidak ada apa-apanya. Jadi kalau sekarang Rizieq batal melaporkan Megawati, itu semata-mata bukan alasan-alasan bijak untuk berdialog, melainkan ketakutan yang luar biasa melihat respon PDIP. Yang di rilis Hasto sudah kita baca, tapi yang tak terbaca di lapangan pasti jauh lebih dahsyat. Saya tentu tak bisa ceritakan secara detail, tapi intinya begitu.

Kemudian Rizieq coba mencari panggung lewat dialog dan mediasi, sebab sudah tidak mampu melawan PDIP dengan provokasi seperti yang dilakukannya kepada Ahok. Jadi kalau nanti Megawati dan Rizieq bisa satu panggung, itu nantinya jadi sebuah konfirmasi bahwa Rizieq diperhitungkan. Sebab sebelumnya Rizieq gagal mendapat panggung saat aksi 212, bahkan gagal bersalaman dengan Presiden Jokowi sebab dihalang-halangi oleh Wiranto. Selengkapnya di https://seword.com/politik/lucunya-rizieq-saat-dihalangi-wiranto-untuk-dekati-jokowi/

Tapi beruntung PDIP lagi-lagi bersikap sangat tegas. “Apa yang harus dimediasi? Bu Mega maupun PDIP tidak punya masalah atau sengketa hukum dengan Pak Rizieq. Kalau secara politik pun tidak ada alasannya untuk mediasi. Kalau Ibu Mega berbicara sesuatu, ada legitimasi politik yang jelas yang bisa dipertanggung jawabkan secara publik, demi kepentingan, baik PDIP yang beliau pimpin maupun demi kepentingan bangsa ini,” jelas Ketua DPP PDIP Andreas Hugo.

Luar biasa cara Allah mempermalukan orang-orang arogan dan sombong. Sampai batal melaporkan Bu Megawati karena saking takutnya. Hahha Semoga ini menginsafkan Rizieq dari penyakit akutnya yang koar sana-sini seolah tak ada yang berani malawannya.

Begitulah kura-kura

 

Sumber: seword.com

Penulis: Alifurrahman

INFOHARI.com © 2014