Angpao, Datanglah Padaku

hongbao-redpacket

Tradisi bagi – bagi Angpao memang menjadi ritual pasti disetiap perayaan imlek atau tahun baru cina atau yang biasa disebut Sincia.

Dikeluarga atau rumah yang merayakan imlek mereka tidak hanya berbincang dan menikmati makanan saja, tetapi juga membagi – bagikan Angpao kepada yang lain, misalkan orang tua kepada anak – anak, atau juga Boss kepada para anak buahnya atau karyawannya.

Ditengah hiruk pikuknya Pilkada, dan ditengah ramai dan panasnya suasana Pilgub DKI, saat ini muncul dan timbul beragam isu hangat yang beredar ditengah masyarakat, banyak hal yang diisukan, banyak hal yang diributkan, banyak hal yang didemokan, dan banyak hal yang difatwakan, tetapi ada satu hal yang tidak pernah disebut atau disinggung dikeramaian ini yaitu “Angpao”.

Angpao nampak disegani dan ditakuti oleh banyak orang dan kalangan hingga tidak ada satupun dari mereka yang berani colek – colek dia.

Entah terlupakan, atau entah pura – pura lupa, tetapi rasanya Angpao tidak pernah disebut, tidak pernah disinggung, dan bahkan tidak pernah dilarang.

Memang hal ini jadi pertanyaan besar bagi kita, dimana saat ini ada begitu banyak hal yang dilarang dan diharamkan, tetapi untuk urusan yang satu ini gak pernah dilarang dan diharamkan, ada apa denganmu Angpao ? mengapa mereka sungguh segan padamu ? apakah karena engkau begitu lucu dan menggemaskan hingga akhirnya engkau diterima dan disambut semua orang ?

Angpao mendapat perlakuan berbeda dari semua orang, tidak ada orang yang memusuhinya, tidak ada orang yang membencinya, dan tidak ada orang yang sanggup menolaknya, mungkin benar karena bahwa Angpao sangat lucu dan menggemaskan.

Angpao bahkan jadi hal yang amat dirindukan oleh banyak orang,  juga bagi orang – orang yang biasanya anti pada sesuatu yang tidak halalpun untuk kali ini ketika mereka berhadapan dengan sang Angpao maka hati mereka langsung luluh, seperti melihat seorang anak kecil yang sangat lucu dan menggemaskan.

Angpao sungguh jadi idola bagi semua kalangan, golongan dan usia, Angpao bahkan jadi menu favorit yang ditunggu kemunculan dan pembagiannya.

Banyak orang ingin memiliki Angpao , bahkan ketika mereka sudah menerima Angpao-pun mereka masih berharap untuk menerimanya yang kedua kalinya, hehehe, doyan nih yee.

Angpao seolah – olah seperti air laut yang kita minum yang tidak pernah memuaskan dahaga kita, yang selalu membuat kita haus kembali.

Lantas bila hal ini kita tanyakan, apakah Angpao ini sesuatu yang halal atau tidak, dilarang atau tidak, maka kita semua pasti sepakat dan berpendapat dengan suara lantang mengatakan “Halal, tidak dilarang”

Lagipula andai dilarangpun kita yakin bahwa kita semua rela melanggarnya, karena tagihan dan kebutuhan menunggu dirumah, jika Boss kita, atau saudara kita, atau teman kita, atau kerabat, atau tetangga kita ada yang merayakan tahun baru cina maka kita akan mengupayakan dengan berbagai cara untuk datang berkunjung kepadanya untuk memberikan ucapan selamat hari raya, padahal sebenarnya hanya modus saja, seolah – olah hormati Boss, seolah – olah mengasihi kerabat, padahal mengasihi si angpao.

Angpao jadi motivasi kuat kita untuk mengunjungi kerabat yang merayakannya, istilahnya lautan akan aku seberangi, gunungpun akan aku daki, walaupun leherku berdaki asal kau jadi milikku.

Biasanya, kita akan melakukan Touring dan Road Show ke sebanyak mungkin rumah dan orang yang kita kenal dan kita tahu bahwa ia merayakan Imlek.

Ketika Touring dan Road Show kita selesai, kita akan langsung totalan dirumah, ayah dan ibu dapat berapa dari Boss-nya, kakak dan adik dapat berapa, selesai totalan pergilah mereka ke mall belanjakan uang hasil jerih lelah itu.

Pesan saya kepada anda hanya satu, yakni jangan sia – siakan kesempatan emas ini, walau harus mendaki dan ber-Daki , percayalah jerih payahmu tidak akan sia – sia, minimal sirup dan dodol anda dapat, kalau anda gak doyan Angpao jangan dibuang, berikanlah itu sebagai kenang – kenangan kepada penulis, Angpao datanglah padaku.

 

Sumber: seword.com

INFOHARI.com © 2014