Akhirnya Antasari Ungkap bahwa SBY adalah Dalang dari Kriminalisasi terhadap Dirinya

Sumber: kompas.com

Sumber: kompas.com

 

Gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………. Makin hot aja ini dunia perpolitikan Indonesia. Setelah hiruk pikuk tentang Gubernur DKI Jakarta Ahok, kini kita publik Indonesia ditarik ke masalah ‘mantan’ lagi. Nama Presiden RI Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara resmi telah diungkapkan oleh Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar sebagai dalang kriminalisasi terhadap dirinya.

Kita tahu sendiri bagaimana kasus Antasari Azhar menggemparkan seisi jagad raya Indonesia pada tahun 2009 lalu. Ia didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai otak dari pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen yang ia lakukan lewat SMS, namun SMS ini sampai sekarang belum dapat dibuktikan oleh jaksa. Dihukum 18 tahun penjara, Antasari akhirnya bebas murni setelah menjalani hampir 8 tahun penjara dan mendapatkan grasi dari Presiden Joko Widodo.

Ketika kasus tersebut bergulir, kita semua yakin bahwa beliau dikriminalisasi karena KPK ketika itu baru saja menahan besan SBY Aulia Pohan karena kasus suap tender pencetakan uang. Semua orang dari berbagai kalangan, dari politisi hingga pelajar SMA, berspekulasi bahwa Antasari dikriminalisasi karena berani menyentuh besannya penguasa ketika itu. Meskipun telah menempuh upaya hukum hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA), Antasari tetap saja gagal dan mendekam di balik jeruji besi.

Namun kini rezim telah berubah, penguasa telah berganti, dan Antasari yang telah bebas murni memang sejak beberapa minggu lalu mengatakan bahwa dirinya siap membongkar kasus yang direkayasa yang menjerat dirinya ini. Hari ini, 14 Februari 2017, Antasari Azar secara resmi menarik nama SBY dan Hary Tanoesoedibjo (HT) ke dalam pusaran kasusnya. Antasari mengungkapkan bahwa HT mendatanginya dan meminta agar jangan menahan Aulia Pohan dan HT diutus oleh Cikeas yang menunjuk kepada SBY.

“Beliau diutus oleh Cikeas saat itu. Siapa Cikeas? SBY. Datang minta supaya saya jangan menahan Aulia Pohan,” ujar Antasari di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017) yang dilansir disini.

Waduh, Pak, saya mohon betul. Saya bisa ditendang dari Cikeas karena bagaimanapun nanti masa depan Bapak bagaimana,” kata Antasari, menirukan ucapan Hary saat itu.

“Saya bilang, saya sudah memilih profesi penegak hukum kok, risiko apa pun saya terima,” kata Antasari.

“Untuk itu saya mohon kepada Bapak SBY jujur, beliau tahu perkara saya ini. Cerita, apa yang beliau alami dan beliau perbuat,” ujar Antasari, di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (14/2/2017) yang dilansir disini.

“Untuk apa Anda (SBY) menyuruh Hary Tanoe datang ke rumah saya malam-malam? Apakah bisa dikatakan bahwa SBY tidak intervensi perkara? Ini bukti, untuk tidak menahan Aulia Pohan,” kata Antasari.

“Kepada SBY, jujurlah! Beliau tahu perkara saya, beliau perintahkan siapa untuk kriminalisasi Antasari ini,” kata Antasari usai melapor di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (14/2) yang dilansir disini.

Seperti Cerita Fiktif Series Amerika Saja

Super sekali! Mengikuti politik Indonesia serasa menonton series Amerika Serikat yang genre thrilling saja. Hahahahahaha. Jika cerita Antasari ini dijadikan cerita fiktif, maka kira-kira ceritanya sebagai berikut. Cerita fiktif ini hanya angan-angan saya saja. Ada pejabat pemerintah yang jujur dan anti korupsi, lalu ia melakukan penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu. Sayangnya ia pada akhirnya nekat menyentuh pihak penguasa dan akhirnya ia pun didatangi untuk diajak ‘main mata’.

Berkepribadian bersih dan berintegritas, pejabat ini menolak untuk diajak kompromi dan lalu menegakkan hukum setegak-tegaknya. Namun semua itu ada dampaknya, ia pun harus rela dikriminalisasi oleh pihak penguasa dengan kasus yang tidak-tidak dan tanpa bukti yang jelas. Penegak hukum dari kepolisian, jaksa, hingga hakim pun tidak berdaya dan hanya bisa memberikan vonis bersalah kepadanya.

Berbagai upaya hukum di jalur yang resmi pun coba ia tempuh, namun ia hanyalah seekor lalat kecil di tumpukan sampah. Lalat itu hanya bisa terbang sana sini dan mencium bau busuk yang ada disana, namun tidak bisa apa-apa dan hanya bisa rela digerogoti oleh cacing-cacing disana.

Selang beberapa tahun, roda berputar dan penguasa pun berganti. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai,akhirnya akan tercium juga bau busuknya. Penguasa yang baru prihatin terhadap nasib mantan pejabat yang bersih ini dan lalu memberikan sepotong keadilan kepadanya yang telah menjalani hukuman penjara yang tak pantas diterimanya. Kini pejabat tersebut berdiri kembali, melirik penguasa yang lama yang kini hanyalah warga biasa sambil tertawa dan berkata: ‘Tunggu saja waktunya saya bongkar!’

Kini tiba saatnya babak baru ini, mantan penguasa yang tidak lagi berkuasa itu kini harus rela menghadapi sang mantan pejabat yang kini juga warga biasa. Mari kita saksikan bagaimana ending kisah kasus ini dan saya juga dapat mencium bau tidak sedap yang mungkin akan terbongkar nanti.

Negara Berhutang kepada Antasari

Saya yakin Pak Antasari yang merupakan mantan jaksa ini tahu betul konsekuensi hukum dari apa yang beliau katakan kepada media hari ini. Jadi saya yakin bahwa beliau punya bukti yang kuat dan bukan hanya tuduhan-tuduhan berbau politik saja untuk menjatuhkan SBY.

Mari kita berikan dukungan moral kepada Pak Antasari. “BONGKAR PAK…………!”

Meskipun SBY adalah warga negara biasa, beliau ini mantan presiden 10 tahun dan pastinya masih punya banyak pihak yang mendukungnya. Saya hanya berharap bahwa para penegak hukum yang sekarang dapat bersikap adil dan semoga Presiden Jokowi dapat memastikan proses hukum yang terang benderang karena negara kita berhutang kepada Pak Antasari, berhutang sebuah kebenaran dan sepotong keadilan.

Kalau memang SMS yang dituduhkan kepada Pak Antasari tidak ada buktinya, polisi harus dapat jujur kepada publik bahwa polisi yang dulu telah terburu-buru melakukan proses hukum terhadap Pak Antasari. Kalau memang Pak Antasari dikriminalisasi, pengadilan harus mengembalikan nama baik, kehormatan, serta hak-hak Pak Antasari yang telah direnggut darinya selama hampir 10 tahun ini. Ini hutang negara kepadanya, hutang kita segenap bangsa Indonesia kepada seorang pejabat jujur yang sangat langka di negeri ini.

Penutup

Saya dapat prediksikan bahwa kubu Cikeas mungkin sebentar lagi akan curhat. Sampai detik ini saya cek Twitter SBY belum ada cuitan, jadi mungkin masih dipikirkan dulu. Atau mungkin nanti akan ada konferensi pers?

Apapun itu, sudah kita pastikan akan ada bantahan dari kubu Cikeas. Karena kalau tidak dibantah ya sama saja bunuh diri politik. Ya kita buktikan saja siapa yang benar dan jujur. Semoga saja kubu Cikeas tidak bermain politik dengan mengatakan ini kriminalisasi terhadap mereka dan apalagi kalau ini ditarik-tarik ke Pilkada DKI 2017.

#DramaBelumSelesai dan mari kita tunggu episode selanjutnya!

Dari sebatang pohon yang ingin berdiri kokoh dan tegar di tengah badai dan topan………

Power (Baca juga tulisan-tulisan saya yang lain disini: https://seword.com/author/aryanto/)

Sumber: seword.com

INFOHARI.com © 2014