5 Robot Canggih di Bidang Kesehatan

Ilustrasi robot (Foto: Reuters/Rick Wilking)

Ilustrasi robot (Foto: Reuters/Rick Wilking)

JakartaPerkembangan teknologi robot juga merambah dunia kesehatan. Saat ini, sudah ada sejumlah robot yang sengaja dibuat untuk memudahkan dokter mendeteksi atau mengobati penyakit.

Mulai dari robot untuk melatih komunikasi autisme hingga robot yang bisa menjadi caretaker pasien demensia, berikut 5 robot canggih yang hadir di bidang kesehatan:

 

1. Robot untuk anak autisme

Foto: Reuters

Foto: Reuters

Kaspar bukan sembarang robot. Robot yang dikembangkan oleh para peneliti di University of Hertfordshire ini bisa berinteraksi dengan anak sebagai bagian dari latihan komunikasi anak pengidap autisme.

Ketika anak autisme bermain dengan Kaspar, ia bisa memberikan respons yang sesuai. Ketika anak menggelitiknya sang robot akan berkata ‘ini menyenangkan rasanya geli’, sementara ketika anak bermain kasar robot akan berkata ‘aduh sakit’.

Tidak hanya itu Kaspar juga memiliki fungsi bisa makan, bernyanyi, bermain tamborin, dan menyisir rambutnya.

“Dari bermain bersama Kaspar, sang anak sangat senang memberinya makan ketika ia lapar. Sekarang anak itu mulai berintegrasi di kelas dan mulai mau makan bersama teman-temannya. Hal semacam ini merupakan suatu kemajuan luar biasa ,” ujar Alice Lynch selaku kepala sekolah seperti dikutip dari Reuters.

 

2. Robot drone ambulans

Ilustrasi drone (Foto: Adi/detikcom)

Ilustrasi drone (Foto: Adi/detikcom)

Sebuah drone udara bernama Cormorant sedang dikembangkan oleh perusahaan Urban Aeronautics. Bisa bermanuver di tempat sulit yang bahkan tak bisa dijangkau oleh helikopter, drone ini digadang sebagai robot drone ambulans pertama di dunia.

Di dalam drone terpasang berbagai perangkat pendukung seperti laser pengukur ketinggian, sensor, radar, dan sistem elektronik yang dapat mengambil keputusan sendiri.

Apabila berhadapan dengan kondisi lapangan yang dipenuhi oleh rintangan maka ‘otak’ drone akan berpikir apakah mencoba jalur lain, kembali pulang, atau mendarat dan tunggu instruksi selanjutnya.

“Ini adalah masa yang paling menarik dalam sejarah perusahaan kami. Kami ingin secepatnya mempercepat perkembangan karena kini teknologi ini sudah benar-benar terbukti,” tulis Urban Aeronautics dalam keterangan pers di situsnya.

 

3. Robot seks berkelamin realistis

Foto: ilustrasi/thinkstock

Foto: ilustrasi/thinkstock

Tak mau kalah dengan kemajuan teknologi lainnya, robot seks juga dikembangkan menjadi semakin ‘realistis’.

Abyss Creations, pengembang robot seks ini menyebut robot ini juga dibuat peka terhadap sentuhan karena terbuat dari kulit sintetis dilengkapi dengan sensor-sensor listrik yang membuat mereka bisa bereaksi, bergetar, bergerak, dan tentu saja bisa berbicara.

Namun dengan kemajuan sepesat itu, harga yang harus dibayar juga terbilang mahal, yaitu 15.000 dollar AS atau berkisar Rp 196 juta. Abyss Creations sendiri rencananya baru akan melepas robot seks ini ke pasaran pada tahun 2017.

 

4. Robot perawat di rumah sakit

Foto: JOHN THYS/AFP/Getty Images

Foto: JOHN THYS/AFP/Getty Images

Robot Pepper diprogram bisa ‘memahami’ emosi manusia. Robot ini ditugaskan di dua rumah sakit di Belgia.

Di RS CHR Citadelle di Liege, Pepper akan berada di ruang tunggu. Sedangkan di RS AZ Damiaan di Ostend, Pepper akan menemani pengunjung menuju ke bangsal RS yang tepat sesuai dengan keluhan penyakitnya.

Agar bisa menjalankan kerja sebagai resepsionis dengan baik, Pepper dilengkapi software dari Zora Bots, perusahaan asal Belgia. Dengan software ini, bisa diketahui jika ada masalah yang terjadi pada saat Pepper bertugas. Robot ini menuai sukses besar bagi produsennya, Softbank dan partnernya, Aldebaran. Sebab di Jepang, robot ini terjual dengan cepat.

 

5. Robot caretaker pasien demensia

Foto: thinkstock

Foto: thinkstock

Sekilas robot ini mirip sekali dengan manusia. Bentuk badan dan wajahnya seperti perempuan dewasa. Nadine, demikian jenis robot ini, digadang dapat menggantikan manusia sebagai caretaker pasien demensia di masa depan.

Robot dengan tinggi badan 1,7 meter ini diciptakan oleh peneliti dari Institute of Media Innovation, Nanyang Technological University, Singapura.

Piranti lunak yang dimiliki Nadine membuatnya bisa mengekspresikan beberapa jenis emosi dan mengingat pembicaraan. Selain itu, Nadine juga bisa menginisiasi percakapan, bercerita dan memainkan beberapa jenis permainan yang mudah.

 

Sumber: detik.com

INFOHARI.com © 2014