5 Fakta Soal Diabetes Melitus, Penyakit yang Menyerang Oon ‘Project Pop’

216f3943-d292-43d0-a358-dea741ce491c_169

 

JakartaMuhammad Fachroni atau yang lebih dikenal dengan nama Oon ‘Project Pop’ meninggal dunia pagi ini di kediamannya. Pria berusia 44 tahun meninggal karena penyakit diabetes yang diidapnya.

Dikutip dari detikHot, Oon ‘Project Pop’ sudah 16 tahun bertarung melawan diabetes. Meskipun sempat mengalami peningkatan kondisi, belakangan kondisinya memang sempat drop dan tubuhnya terlihat sangat kurus.

detikHealth pun merangkum beberapa fakta soal diabetes melitus, termasuk mengapa penyakit ini berbahaya, apa yang menyebabkan seseorang terlihat kurus saat didiagnosis diabetes dan bagaimana penanganannya.

 

1. Ada dua tipe diabetes

 

da9dfbcf-af9f-4153-a611-fae9263bcbc3_169

 

Secara ringkas, ada dua tipe penyakit diabetes melitus. Yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 merupakan penyakit akibat kelainan bawaan, di mana organ pankreas seseorang tidak bisa memproduksi insulin sejak lahir. Akibatnya, pasien diabetes tipe 1 harus menggunakan pompa insulin agar kebutuhan insulin tercukupi.

Sementara diabetes tipe 2 adalah penyakit diabetes yang menyerang karena gaya hidup. Ada dua penyebab diabetes tipe 2, yakni organ pankreas mengalami penurunan produksi insulin atau resistensi insulin, di mana insulin yang diproduksi sudah tidak bisa bekerja dengan baik.

 

2. Mengapa pasien diabetes kurus?

 

d6deda1e-b459-4af1-97b8-b67d2332214e_169

 

Sebagian besar pasien diabetes mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena resistensi insulin, di mana insulin yang dihasilkan tubuh tidak bisa mengolah gula yang ada di dalam darah menjadi kalori untuk energi.

“Pada pasien diabetes, kan ada gangguan di insulinnya. Sehingga, gula nggak bisa masuk ke sel. Padahal, sel kan butuh energi untuk tetap hidup. Akhirnya, karena gula nggak bisa dipakai, sumber energi diambil dari lemak,” tutur Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof Dr dr Ahmad Rudjianto SpPD-KEMD kepada detikHealth.

Oleh karena itu, lemak yang ada dalam tubuh lantas berkurang hingga tubuh seseorang pun makin kurus.

 

3. Risiko kematian karena diabetes

 

64c77e2b-c7d6-4057-8a4b-dc20f489194a_169

 

Data WHO menyebut sekitar 8,5 persen penduduk dunia mengidap diabetes. Sekitar 3,7 juta orang meninggal tiap tahunnya karena diabetes dan gula darah tinggi.

WHO memperkirakan diabetes akan menjadi penyebab kematian nomor 7 tertinggi di dunia pada tahun 2030. Diabetes juga diketahui lebih rentan terjadi di negara miskin dan negara berkembang.

Salah satu penyebab utama kematian karena diabetes adalah terlambat mendapat penanganan. Hanya 1 dari 3 orang yang mengidap diabetes tahu kondisinya dan mendapat penanganan.

 

4. Komplikasi yang Mengintai

 

06380426-95dc-4180-ba08-9406c87f70cd_169

 

Diabetes disebut sebagai silent killer karena penyakit ini perlahan-lahan mematikan organ-organ tubuh. Risiko komplikasi bisa terjadi di mata, ginjal, jantung, saraf, kulit hingga otak dan penis.

Mengutip data dari RS di Indonesia yang memiliki divisi endrokinologi tahun 2012, Ketua Divisi Metabolik Endokrinologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Indonesia/RS Cipto Mangunkusumo, Dr dr Em Yunir SpPD-KEMD menyebut komplikasi diabetes yang paling banyak terjadi adalah komplikasi saraf di kaki dengan jumlah 59,1 persen; disfungsi ereksi 32,4 persen; komplikasi mata 29 persen; jantung 22,8 persen; dan gangguan ginjal 14,5 persen.

“Proses komplikasi ini tidak terjadi satu-satu, tapi berbarengan. Komplikasi bisa terjadi karena ada kerusakan di fungsi organ-organ tersebut, misalnya pada ginjal,” kata dr Yunir.

 

5. Cegah dengan olahraga dan atur makan

 

4cd40ce1-4467-40b9-84f6-d482738b5e9f_169

 

Diabetes bisa dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan mengatur pola makan. Pakar mengatakan olahraga minimal 30 menit per hari dan makan dengan menu diet seimbang dapat menjaga gula darah tidak berlebih.

Jangan malas juga untuk melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika anggota keluarga ada yang mengidap diabetes. Jika lingkar perut di atas 90 cm bagi pria dan 80 cm bagi wanita serta sudah berusia di atas 30 tahun harus rutin memeriksakan gula darah, minimal 2 kali dalam setahun.

Pemeriksaan rutin membantu menemukan diabetes lebih cepat yang membuat penyakit sulit berkembang menjadi parah.

 

Sumber: detik.com

INFOHARI.com © 2014